Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2026

Tablet, N

Beberapa waktu lalu, aku sempat mengira sudah menemukan sesuatu yang lebih ampuh dari sertraline. Rasanya seperti sembuh. Aku bahkan sangat menyukai “obat” yang bukan berbentuk tablet itu. Sampai-sampai begadang bukan lagi masalah. Aku menikmati membuka mata, menahan kantuk, dan membiarkan malam berlalu begitu saja. Rasanya, aku sudah tidak perlu lagi kapsul racikan malam hanya untuk bisa memejamkan mata. Kalaupun tidur, aku hanya ingin tidur yang nyenyak. Tanpa mimpi. Untungnya, waktu kontrol aku tidak benar-benar bilang, “Dok, kayaknya saya nggak perlu balik ke sini lagi.” Yang keluar cuma, “Dok, kayaknya saya udah baik-baik aja sekarang. Udah mendingan.” Untung… cuma itu. Haha Karena ternyata, satu bulan kemudian, aku masih membutuhkan bantuan. Masih membutuhkan seseorang yang memahami apa yang sedang terjadi di kepalaku. Masih membutuhkan sesuatu yang membantu menyeimbangkan serotonin di otakku. Ternyata, merasa sembuh dan benar-benar sembuh adalah dua hal yang berbeda. 28 Juni 202...

di ujung Pisces, di awal Aries

Penuh getar, penuh pertanyaan. Namun mulut tak lagi berteriak, hanya terdiam. Tubuh tak lagi menggeram, hanya terengah-engah menjalaninya. Sampai akhirnya tiba di langkah terakhir: meyakinkan diriku sendiri. Iya, benar. Tujuh hari istikharah. Rasanya, pada hari kedua, jawaban itu sudah tampak. Namun aku masih sibuk menyangkal apa yang sebenarnya sedang ditunjukkan. aku belum mampu mengimaninya.  Meski begitu, tujuh hari itu tetap kuselesaikan agar keyakinan yang datang benar-benar menjadi keyakinan. Maret belum usai. Seolah ada sosok yang datang untuk semakin meyakinkan. "apakah ini bagian dari jawaban atas kebingunganku?" Jika memang itu jawaban, diri ini selalu membutuhkan waktu yang panjang untuk memikirkannya, mencernanya, lalu memikirkannya kembali. Atau mungkin memang begitulah caranya. Bahwa sebuah pertemuan tidak selalu terjadi karena kita yang menemukan. Kadang, ia datang melalui orang lain, dalam bentuk pertolongan. Dan mungkin, itulah bentuk pertolongan yang dikir...

Ketika Delapan Masih Menjadi Angka Favorit

Aku pernah mencintai seseorang yang hampir sempurna caranya hadir. Dia bisa diandalkan, bisa menenangkan, bisa membuatku merasa tidak sendirian di dunia yang menyesakkan.   Sayangnya, cinta kami kalah jarak. Dan mungkin… juga kalah oleh tabiatnya sendiri.   Dia bukan lelaki sepenuhnya baik. Tangannya masih sempat menggenggam yang lain ketika tanganku masih ada di sana. Ia pandai menciptakan rasa aman, tapi juga pandai menyisakan luka. Poin baik dan buruknya seimbang, tapi entah kenapa, sampai hari ini, yang paling kuingat tetaplah kebaikannya.   Lima tahun bukan waktu yang sebentar. Lima tahun adalah rumah yang dibangun pelan-pelan, lalu runtuh dengan aba-aba yang selalu ku abaikan.   Di tahun 2016, dia memilih pergi. Katanya, dia tak akan kembali ke kota pertama kami bertemu. Seolah jarak adalah alasan paling masuk akal untuk mengakhiri segalanya.   Tapi kemudian aku tahu, bukan jarak yang memisahkan kami. Ada perempuan lain yang sudah lebih dulu ia pilih, bahk...

satuapril 2026

       Hari itu rasanya menjadi salah satu hari yang cukup membingungkan secara emosional. Paginya dimulai seperti biasa: berangkat ke kantor, bekerja, lalu di tengah jam kerja ada jadwal bertemu dokter. Setelah itu, aktivitas kembali berjalan normal.     Yang paling membuatku bersemangat adalah kelas baking di malam hari. Aku benar-benar tidak sabar karena sudah mendaftar sejak seminggu sebelumnya. Di sela-sela kesibukan, sempat terlintas pikiran: kue ini nanti akan kuberikan kepada siapa, ya? Ada beberapa nama yang muncul di kepala.     Namun, di tengah sesi baking, aku mengecek ponsel untuk melihat notifikasi dan menemukan sebuah pesan yang langsung menjatuhkan suasana hati. Selama beberapa menit aku hanya terdiam, mencoba mencerna semuanya sambil tetap berada di tengah aktivitas. Aku bahkan menyebutkan sepuluh benda yang bisa kulihat di sekitarku satu per satu, hanya agar bisa kembali tenang.     Pada akhirnya, setelah...

13.57

Butuh waktu yang lama untuk bisa memandangnya hanya sebagai teman, bukan lagi sebagai seseorang yang pernah begitu aku sayangi. Butuh ratusan sujud dan doa-doa panjang yang dipanjatkan dengan penuh detail agar hati ini tenang, mampu mengikhlaskan perasaan, serta merelakan setiap degup yang pernah ada. 16 Juni 2026 

hallo, Sonder ! setiap orang punya perjuangan dan luka yang sama kompleksnya

Jangan saling menyakiti. Kita tahu betapa hancurnya diri dan pikiran saat luka hadir begitu mendadak. Bahkan kita pernah berulang kali memaafkan, lalu berusaha pulih sekuat tenaga dari apa yang telah melukai. Jangan saling membuat air mata jatuh. Kita tahu rasanya hancur, meraung dalam diam, dan mencoba mengikhlaskan sesuatu yang belum sanggup dilepaskan; sesuatu yang masih ingin digenggam dan terus diperjuangkan. Jika memang masih memilih untuk tetap tinggal, mari saling menjaga. Jangan menjadi alasan hadirnya luka baru, ketika kita sudah berjuang sejauh ini untuk kembali baik-baik saja. 13 Juni 2026

tampak sepele tapi menyenangkan

Menyenangkan rasanya memiliki satu orang yang tidak keberatan menghabiskan waktu di jalan bersamamu. Bukan karena tidak tahu arah, melainkan karena kamu terlalu lama menentukan ingin makan apa. Seseorang yang tetap menemani saat harus putar balik, berganti tujuan, atau mengulang perjalanan yang sama. Namun, setiap langkah bukan hanya tentang berbalik arah. Langkah tetap bergerak maju karena waktu terus berputar. Mungkin itulah yang membuat semuanya terasa berharga: karena kita melaluinya bersama seseorang yang bersedia menemani, entah itu teman, keluarga, atau pasangan. Dan terkadang yang sedang dicari sering kali bukan makanan, melainkan alasan untuk memperpanjang waktu bersama sebelum hari itu benar-benar berakhir. Menyenangkan ketika ada satu orang yang bisa kamu ajak melihat matahari terbenam saat kamu begitu ingin menyaksikan senja. Seseorang yang bisa diajak memandangi bintang-bintang dan cerahnya langit biru. Atau seseorang yang ingin kamu temui di penghujung hari, secara ti...

2 YANG PALING BERSINAR DI RASI LIBRA

Di langit Libra ada dua bintang yang sering disebut bersama: Zubeneschamali dan Zubenelgenubi.   Mereka berada dalam rasi yang sama, seolah diletakkan di satu cerita oleh langit. Jika melihatnya dari Bumi, keduanya tampak dekat, seperti dua cahaya yang saling menemani dalam gelapnya malam.   Tapi langit selalu punya rahasia yang tidak terlihat oleh mata. Kedua bintang itu sebenarnya terpisah oleh jarak yang sangat jauh, begitu jauh hingga cahaya mereka hanya kebetulan terlihat berdampingan dari tempat kita berdiri.   Kadang aku merasa kisahku denganmu seperti itu.   Kita lahir di bawah rasi yang sama, berjalan di langit yang sama, dan untuk sesaat aku pikir mungkin kita memang ditakdirkan saling menemukan.   Tapi ternyata tidak semua bintang yang terlihat dekat benar-benar saling mendekat.   Aku mungkin seperti salah satu dari mereka, diam-diam bersinar ke arahmu, Menyimpan rasa yang bahkan tak pernah sempat kau sadari keberadaannya.   Dan kamu tetap b...