Beberapa waktu lalu, aku sempat mengira sudah menemukan sesuatu yang lebih ampuh dari sertraline. Rasanya seperti sembuh. Aku bahkan sangat menyukai “obat” yang bukan berbentuk tablet itu. Sampai-sampai begadang bukan lagi masalah. Aku menikmati membuka mata, menahan kantuk, dan membiarkan malam berlalu begitu saja. Rasanya, aku sudah tidak perlu lagi kapsul racikan malam hanya untuk bisa memejamkan mata. Kalaupun tidur, aku hanya ingin tidur yang nyenyak. Tanpa mimpi. Untungnya, waktu kontrol aku tidak benar-benar bilang, “Dok, kayaknya saya nggak perlu balik ke sini lagi.” Yang keluar cuma, “Dok, kayaknya saya udah baik-baik aja sekarang. Udah mendingan.” Untung… cuma itu. Haha Karena ternyata, satu bulan kemudian, aku masih membutuhkan bantuan. Masih membutuhkan seseorang yang memahami apa yang sedang terjadi di kepalaku. Masih membutuhkan sesuatu yang membantu menyeimbangkan serotonin di otakku. Ternyata, merasa sembuh dan benar-benar sembuh adalah dua hal yang berbeda. 28 Juni 202...
memoir, chronicle, reflections, notes to self, random musings & kepingan-kepingan pikiran