Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2026

Saudade

Kalau ditanya apa Saudade momenku? Rasanya ingin buru-buru kembali mengulang akhir dari tahun 2024, mengulang semua perasaan, hari-hari terbaik sepanjang menuju dan memulai umur baruku, 30.  Kepada diriku sendiri, aku sering membicarakan ingatan, kadang ingin tetap mengingat semua tanpa menyeleksi, kadang justru lebih ingin melupakan. Dan rasanya senang akhir-akhir ini menemukan sesuatu yang bisa membuatku melupakan banyak memori, tapi anehnya saudade tetap tinggal, perasaan yang sepaket datang dengan rasa senang dan nyeri, katanya. Ketika saudade hadir di tengah pikiran, itu bukan berarti aku ingin terus kembali ke masa lalu, mungkin aku hanya masih hidup sambil membawa jejaknya. Dan, di penglihatanku kamu tidak pernah menua, sebab setiap kali bertemu, rasanya kamu masih sama seperti lima belas tahun yang lalu, persis dimana pertama kali bertemu. Minggu, 26 Juni 2026.

4.08 am

Bagaimana jika, 15 tahun lalu, pada tahun 2011, dibanding berdiri di depan panggung, aku lebih memilih berdiri di sampingmu. Apakah mungkin kamu akan jatuh hati? Atau justru aku yang akan jatuh lebih dalam lagi? hmmm. Atau mungkin pada saat itu,  Aku langsung sadar,  untuk tidak  menyisakan ruang untukmu di hatiku. 6 Juli 2026

πŸ•·️πŸ•Έ️

Ada satu catatan tentangmu yang mungkin tidak akan pernah aku bagikan disini. Jika ku pikir-pikir lagi, segala yang ada dalam diriku selalu menjadi sendu jika mengingat perlakuan baik, bahkan kenangan indah.  Dari hal-hal kecil yang secukupnya, atau mungkin justru terlalu banyak untuk disebut sederhana; ice chocolate dan popcorn akan lama tinggal di ingatanku. 6 Juli 2026

Cara Semesta Memperkenalkanmu

"I'm not usually sentimental. I'm quite the opposite." — Maybe We Could Be a Thing   Benar, biasanya tidak seperti ini.   Aku punya tembok dan batasan yang cukup tinggi untuk tidak terlalu dekat dengan banyak lawan jenis, terbiasa menjaga jarak, dan sering kali menutup akses ketika seseorang mulai berjalan ke arahku.   Tapi tidak denganmu. Jauh sebelum pertemuan itu terjadi, aku sudah mencari tahu beberapa hal tentangmu. Bukan karena harus, melainkan karena ingin.   Aku suka caramu yang tidak bingung, sangat suka bagaimana kamu menentukan tempat untuk pertemuan pertama kita tanpa banyak ragu. Siapa sangka langkah sederhana itu perlahan membuatku membuka hati. Sesuatu yang selama ini kujaga rapat-rapat, tiba-tiba terasa bergetar.   Kalau ku ingat hari itu. Saat membuka pintu kafe, dengan mudahnya mata ini langsung menemukanmu. "Ganteng banget." Itu kalimat pertama yang muncul di kepalaku. Lalu aku hanya tersenyum. Senyum yang tidak bisa kusembunyikan, sekali...

pinwheel*ੈ🎑‧₊˚

Dia 35 sekarang. Ya, kami bertemu di saat umurnya 35, Padahal kalau di pikir-pikir, bisa saja pertemuan itu dimulai saat dia 27. Benar delapan tahun yang lalu. Temanku bilang kalau kami pernah berada di satu tempat yang sama,  ada dia disana.  seharusnya begitu banyak kemungkinan dua pasang mata bertemu. Tapi saat itu keduanya memilih saling melewatkan. Entah pada masa itu akan jatuh hati padamu atau tidak,  tapi mungkin saja aku sudah mengagumimu. Pasti ada alasan mengapa kita tidak dipertemukan lebih awal.  Di antara begitu banyak kemungkinan yang bisa terjadi, mungkin memang inilah waktu yang terbaik. Karena jika memang harus bertemu, rasanya semesta selalu tahu kapan waktu yang tepat untuk mempertemukan dua orang yang perlu saling mengenal. Lalu temanku yang lain bilang kalo dia “have a good personality, dia baik, pinter lagi.”  Kalau seseorang memang baik, dia tidak akan meninggalkan kesan yang buruk, kekurangnnya mungkin ada, tapi nice person is a nic...