Tiga bulan, ternyata waktu yang tidak cukup untuk sebuah perkenalan. Entah kenapa rasanya seperti baru memulai sebuah langkah, tetapi perjalanan itu sudah berakhir sebelum kedua kakiku sempat berpijak. Seperti itulah rasa menggantungnya. Belum ada banyak hal yang dilalui, belum ada emosi, belum ada sedih, tapi sudah dihadapkan dengan perpisahan. Benar-benar hanya sebuah perkenalan lewat beberapa kali pertemuan; tidak dalam, dan rasanya terlalu lambat. Malam ini aku belum ingin memejamkan mata. Masih ingin berpikir. Mungkin seharusnya tidak apa-apa berakhir sebelum memberi luka yang hebat, karena jika harus mengulang luka yang sama, membayangkannya saja terasa begitu melelahkan, sebab aku sudah terlalu akrab dengan kehilangan. Mungkin sebelum membuat banyak harapan dan menaruh ekspektasi lebih tinggi lagi, memang ada baiknya berhenti. Sebenarnya tubuh ini masih sangat ingin mengenal, masih sangat ingin merasakan bagaimana rasanya saling mengisi hari-hari, dan terse...