Skip to main content

pinwheel*ੈ๐ŸŽก‧₊˚

Dia 35 sekarang.

Ya, kami bertemu di saat umurnya 35,
Padahal kalau di pikir-pikir, bisa saja pertemuan itu dimulai saat dia 27.
Benar delapan tahun yang lalu.

Temanku bilang kalau kami pernah berada di satu tempat yang sama, ada dia disana. seharusnya begitu banyak kemungkinan dua pasang mata bertemu.
Tapi saat itu keduanya memilih saling melewatkan.

Entah pada masa itu akan jatuh hati padamu atau tidak, tapi mungkin saja aku sudah mengagumimu.

Pasti ada alasan mengapa kita tidak dipertemukan lebih awal. Di antara begitu banyak kemungkinan yang bisa terjadi, mungkin memang inilah waktu yang terbaik. Karena jika memang harus bertemu, rasanya semesta selalu tahu kapan waktu yang tepat untuk mempertemukan dua orang yang perlu saling mengenal.

Lalu temanku yang lain bilang kalo dia “have a good personality, dia baik, pinter lagi.” 
Kalau seseorang memang baik, dia tidak akan meninggalkan kesan yang buruk, kekurangnnya mungkin ada, tapi nice person is a nice person, itulah yang tertancap di ingatan seseorang.

Dengan kedua mataku, akhirnya bisa melihat wujud asli pria yang tenang bicaranya, sikapnya, bahkan langkah kakinya. Tidak pernah dia meninggikan “siapa dia” di hadapanku dan membesarkan apa yang dimilikinya.

Tak pernah ada doa yang begitu rinci. Tak pernah meminta seseorang dengan suara yang lembut atau hati yang tenang. Namun entah bagaimana, semesta mempertemukan diriku denganmu. Seolah ingin mengingatkan bahwa kebaikan masih ada dan masih bisa ditemukan. Siapa yang menyangka kalau pertemuan ini kita mulai dari selesai.

Kamu membuatku mengerti bahwa setiap orang membawa kurang dan lebihnya masing-masing. Dan dari caramu hadir, aku perlahan menyadari satu hal: mungkin aku tidak perlu sehancur itu atas apa yang telah berlalu, tidak perlu terus membawa luka dari masa lalu ke sepanjang sisa hidup.

Sebab terkadang, seseorang datang bukan untuk menggantikan siapa pun, melainkan untuk mengembalikan keyakinan bahwa masih ada orang-orang baik yang layak ditemui dan dihargai.

Apa yang aneh dari semua ini?
Rasanya tidak ada.

Hanya saja, selama 31 tahun menjalani hidup, hampir tidak pernah terbayang akan bertemu dan berkenalan dengan laki-laki lain seperti ini.
Namun takdir rupanya punya caranya sendiri.

Di tengah sesak yang memenuhi dada, dan atas segala rasa sakit yang harus dilewati, semua menuntunku melihatmu yang juga ada di semesta ini. 
Ternyata takdir kita memang di tuliskan untuk saling bertemu di kemudian hari. Memikirkannya saja sudah membuatku sadar bahwa tidak ada yang mustahil.

Kali ini, aku ingin seperti kincir angin: tidak melawan arah angin, tetapi menerima setiap hembusan yang datang. 
Kadang anginnya lembut, membawa ketenangan dan membuat semuanya terasa ringan. Kadang anginnya kencang, membawa batasan, jarak, dan keraguan yang mengguncang.

Meski begitu, aku berharap ini tidak berhenti begitu saja. Seperti kincir angin yang tetap berdiri karena memiliki fondasi yang kuat, aku berharap kita juga memiliki hal yang sama. Karena pada akhirnya, hubungan tidak berjalan hanya karena perasaan semata, tetapi karena perhatian, pengertian, dan usaha dari dua hati yang saling menjaga serta memberi arah satu sama lain.


aku selipkan foto, dimana harusnya kita bertemu untuk pertama kali


11 Juni 2026 - 13 Juni 2026


tadinya gamau posting ini. tapi karna udah di tulis sayang kalo didraft doang. 
ku tulis ini tidak dengan penuh rasa yakin, hanya mebalut kalimatnya dengan tulus dan terlihat manis agar suatu saat jika ku baca ulang, masih teringat detail-detail kecil pada hari-hari itu.

"hows work tudei? hows ur day"
akan rindu sekali pertanyaan itu.