Hari itu rasanya menjadi salah satu hari yang cukup membingungkan secara emosional. Paginya dimulai seperti biasa: berangkat ke kantor, bekerja, lalu di tengah jam kerja ada jadwal bertemu dokter. Setelah itu, aktivitas kembali berjalan normal. Yang paling membuatku bersemangat adalah kelas baking di malam hari. Aku benar-benar tidak sabar karena sudah mendaftar sejak seminggu sebelumnya. Di sela-sela kesibukan, sempat terlintas pikiran: kue ini nanti akan kuberikan kepada siapa, ya? Ada beberapa nama yang muncul di kepala. Namun, di tengah sesi baking, aku mengecek ponsel untuk melihat notifikasi dan menemukan sebuah pesan yang langsung menjatuhkan suasana hati. Selama beberapa menit aku hanya terdiam, mencoba mencerna semuanya sambil tetap berada di tengah aktivitas. Aku bahkan menyebutkan sepuluh benda yang bisa kulihat di sekitarku satu per satu, hanya agar bisa kembali tenang. Pada akhirnya, setelah...
memoir, chronicle, reflections, notes to self, random musings & kepingan-kepingan pikiran