"I'm not usually
sentimental. I'm quite the opposite." — Maybe
We Could Be a Thing
Benar, biasanya
tidak seperti ini.
Aku punya tembok dan
batasan yang cukup tinggi untuk tidak terlalu dekat dengan banyak lawan jenis, terbiasa menjaga jarak, dan sering kali menutup akses ketika seseorang
mulai berjalan ke arahku.
Tapi tidak denganmu.
Jauh sebelum pertemuan
itu terjadi, aku sudah mencari tahu beberapa hal tentangmu. Bukan karena harus,
melainkan karena ingin.
Aku suka caramu yang
tidak bingung, sangat suka bagaimana kamu menentukan tempat untuk pertemuan
pertama kita tanpa banyak ragu.
Siapa sangka langkah
sederhana itu perlahan membuatku membuka hati. Sesuatu yang selama ini kujaga
rapat-rapat, tiba-tiba terasa bergetar.
Kalau ku ingat hari
itu.
Saat membuka pintu
kafe, dengan mudahnya mata ini langsung menemukanmu.
"Ganteng
banget."
Itu kalimat pertama
yang muncul di kepalaku.
Aku mengambil langkah penuh yakin menuju ke arahmu, tempat kamu berdiri sambil menyusun laptop diatas meja itu.
Lalu aku hanya
tersenyum. Senyum yang tidak bisa kusembunyikan, sekaligus terlalu malu untuk
kutunjukkan sepenuhnya.
Melihat seorang
pria dengan kaus hijau lumut dan topi di kepalanya, berdiri di depanku sambil
mengucapkan, "Halo." sambil tersenyum dan pertemuan dua telapak tangan pun di mulai.
Sesederhana itu.
Dan entah kenapa,
membekas begitu dalam.
Sebelum datang ke
pertemuan itu, aku sudah menguatkan diriku sendiri.
"Kalau setelah hari ini
tidak ada pertemuan berikutnya, aku akan baik-baik saja."
Setidaknya begitu yang
kukatakan pada diriku sendiri.
Namun pertemuan itu
tetap tinggal dalam ingatanku. Karena untuk pertama kalinya setelah sekian
lama, memberanikan diri mengenal seseorang yang sebelumnya asing.
Di semesta yang begitu
luas, dengan begitu banyak kemungkinan yang tidak pernah terjadi, ternyata ada
satu kemungkinan kecil yang mempertemukanku denganmu.
Aku tidak sedang
terburu-buru,
juga tidak sedang memaksamu untuk selalu hadir.
Namun jika suatu hari
nanti kamu memilih untuk pergi, memilih untuk menarik diri, atau memilih jalan
yang berbeda dariku, aku memohon, tolong lakukan dengan
cara yang paling lembut, bijak dan tidak menyakiti,
Karena ada hati yang
perlahan belajar melangkah setelah sekian lama berdiam.
Dan berharap, jika
memang harus kehilanganmu, aku tidak perlu kehilangan bagian dari diriku
sendiri dalam prosesnya.
sebab
beberapa orang tidak datang untuk menetap, melainkan
untuk mengajarkan bahwa hati ini masih mampu bergetar.
6 Juni 2026 btw, happy birthday
Haechan
sebab
beberapa orang tidak datang untuk menetap,
6 Juni 2026